Mengembalikan Password Root Yang Terlupa !

Account root pada linux sangatlah berharga, ga ada account lain yang bisa berkuasa penuh selain root, trus kalo passwordnya lupa gimana dunks? Ya, ga bisa setting system secara penuh, sudah menjadi kewajiban untuk tidak melupakan password root, karena sangat penting untuk administering system..Tapi kalo lupa, gmana? Nah, makanya judul artikel ini “Mengembalikan password root yang lupa”.

Ok, ada 2 cara mengembalikan password root yang terlupa;
1. dengan GRUB boot loader (GRUB tidak terproteksi password)
2. dengan cd Knoppix
Cara 1: (saya menggunakan Ubuntu Linux)
Pada saat booting dan keluar pilihan OS (Grub boot loader), tekan ‘e’ untuk melakukan editing command line sebelum booting (lihat gambar)
Setelah itu, tekan ‘e’ lagi pada pilihan kernel /boot/vmlinuz-2.6.12-9-386 root=/dev/sda1 ro quiet splash seperti gambar dibawah ini:
Hapus kata terakhir dari baris perintah tersebut yang mana berkata “splash” ganti menjadi “single” seperti terlihat pada gambar..
Kalo sudah, keluar dengan menekan [enter] dan kita hanya tinggal melakukan booting dengan menekan ‘b’ saja. Tunggu sampai keluar shell, dan akses root berhasil didapatkan. Selanjutnya tinggal memasukkan perintah ‘passwd’ dan masukan password root yang baru. Selamat Mencoba..

Cara 2:
Pengembalian password dengan CD Knoppix juga tidak kalah gampangnya, kita hanya memerlukan 1 keping CD bootable Knoopix, dan ikuti cara berikut:
  1. Booting dari CD
  2. Setelah muncul parameter awal dari Knoopix, ketikkan saja knoopix 2 untuk masuk ke modus command prompt only dan akan memunculkan shell seperti ini:
root@tty1[/] #
  1. Kalo udah, mounting partisi Linux yang ingin direcover password root-nya, misalkan partisi linux yang ingin direcover password root-nya ada di /dev/hda1. Maka mount partisi tersebut, misal ke /mnt/hda1, contoh:
root@tty1[/] # mount /dev/hda1 /mnt/hda1
root@tty1[/] #
  1. Langkah berikutnya adalah melakukan proses chroot ke partisi linux yang telah di mount
root@tty1[/] # chroot /mnt/hda1 /bin/bash –login
root@Knoppix #
  1. Jelas sudah,kita berhasil login ke partisi Ubuntu, dengan begitu kita hanya tinggal memasukkan perintah ‘passwd’ dan memasukkan password root yang baru:
root@Knoppix # passwd
Changing password for user root
New password: [masukkan password root yang baru]
Retype new password: [ulangi]
passwd: all authentication tokens updated successfully
root@Knoppix #
  1. Ketikkan perintah ‘exit’ dan lakukan reboot
root@Knoppix # exit
root@tty1[/] # init 6
Demikian, cara pengembalian passwordnya root yang hilang, sekali lagi, cara yang pertama di atas hanya dapat dijalankan apabila GRUB tidak terproteksi oleh password.
NB: Masih ada satu cara lagi pengembalian password root, temukan disini

Script PHP

<html>
<head>
<title>input.php</title>
</head>
<body>
<?
$koneksi=mysql_connect(“localhost”,”root”,”");
mysql_select_db(“masterti”,$koneksi);
mysql_query(“Insert into pengunjung(nama, email, situs)
values(‘$nama’,'$email’,'$situs’)”,$koneksi);
echo “Data telah dimasukkan”;
?>
</body>
</html>
 <html>
<head>
<title>input2.php</title>
</head>
<body>
<?
if(($nama!=”")or($email!=”")or($situs!=”"))
{
$koneksi=mysql_connect(“localhost”,”root”,”");
mysql_select_db(“masterti”,$koneksi);
mysql_query(“Insert into pengunjung(nama, email, situs)
values(‘$nama’,'$email’,'$situs’)”,$koneksi);
echo “Data telah dimasukkan”;
}
else
echo “Cek kembali form anda”;
?>
</body>
</html>
<html>
<head>
<title>view.php</view>
</head>
<body>
<?
$host=localhost;//alamat atau host
$user=root;//username
#pass=”";//password
$koneksi=mysql_connect(“#host”,”user”,$pass);
mysql_select_db(“masterti”,$koneksi);
$query=mysql_query(“select*from pengujung”,$koneksi);
$jumlah=mysql_num_rows($query);
echo “<center>Daftar Pengunjung</center>”;
echo “Jumlah Pengunjung :$jumlah”;
while($baris
=mysql_fetch_array($query))
{
echo “<br>”;
echo $baris[0];
echo “<br>”;
echo “Nama :”;
echo $baris[1];
echo “<br>”;
echo “Email :”;
echo $baris[2];
echo “<br>”;
echo “Homepage :
“;
echo $baris[3];
}
?>
</body>
</html>
<html>
<head>
<title>view2.php</view>
</head>
<body>
<?
$host=localhost;//alamat atau host
$user=root;//username
#pass=”";//password
$koneksi=mysql_connect(“#host”,”user”,$root);
mysql_select_db(“masterti”,$koneksi);
$query=mysql_query(“select * from pengujung”,$koneksi);
$jumlah=mysql_num_rows($query);
echo “<center>Daftar Pengunjung</center>”;
echo “<br>”;
echo “Jumlah Pengunjung :$jumlah”;
while($baris=
mysql_fetch_array($query))
{
echo “<br>”;
echo $baris[0];
echo “<br>”;
echo “Nama :”;
echo $baris[1];
echo “<br>”;
echo “Email :”;
echo $baris[2];
echo “<br>”;
echo “Homepage :
“;
echo $baris[3];
echo “<br><a href=edit.php?od=$baris[0]>edit</a>”;
}
?>
</body>
</html>
<html>
<head>
<title>view2.php</view>
</head>
<body>
<?
$host=localhost;//alamat atau host
$user=root;//username
#pass=”";//password
$koneksi=mysql_connect(“#host”,”user”,$root);
mysql_select_db(“masterti”,$koneksi);
$query=mysql_query(“select * from pengujung”,$koneksi);
$jumlah=mysql_num_rows($query);
echo “<center>Daftar Pengunjung</center>”;
echo “<br>”;
echo “Jumlah Pengunjung :$jumlah”;
while($baris=
mysql_fetch_array($query))
{
echo “<br>”;
echo $baris[0];
echo “<br>”;
echo “Nama :”;
echo $baris[1];
echo “<br>”;
echo “Email :”;
echo $baris[2];
echo “<br>”;
echo “Homepage :
“;
echo $baris[3];
echo “<br><a href=edit.php?od=$baris[0]>edit</a>”;
[<a href=delete.php?id=$baris[0]>delete</a>]”;
}
?>
</body>
</html>
<html>
<head>
<title>edit.php</title>
</head>
<body>
<?
$koneksi=mysql_connect(“localhost”,”root”,”");
mysql_select_db(“masterti”,$koneksi);
$query=mysql_query(“select * from pengunjung where
id=’$id’”,$koneksi);
while ($baris=
mysql_fetch_array($query))
{
echo”<form method=\”post\”
action=\”update.php\”>”;
echo “Nama :<input type=\”text\”name=\”nama\”value=\”$baris[1]\”>”;
echo “<br>”;
echo “Email :<input type=\”text\”name=\”email\”value=\”$baris[2]\”>”;
echo “<br>”;
echo “Situs :<input type=\”text\”name=\”situs\”value=\”$baris[3]\”>”;
echo “<br>”;
echo “<input type=\”Submit\” name=\”Submit\”value=\”update\”>;
echo “<input type=\”Hidden\” name=\”id\”value=\”$baris[0]\”>;
echo “</form>”;
}
?>
</body>
</html>
 <html>
<head>
<title>update.php</title>
</head>
<body>
<?
$koneksi=mysql_connect(“localhost”,”root”,”");
mysql_select_db(“masterti”,$koneksi);
$query=mysql_query(“Update Pengunjung set id=’$id”
nama=’$nama’,email=’$email’,situs=’$situs’ where id=’$id’”);
echo “Data dengan id=$id telah di update”;
?>
</body>
</html>
<html>
<head>
<title>delete.php</title>
</head>
<body>
<?
$koneksi=mysql_connect(“localhost”,”root”,”");
mysql_select_db(“masterti”,$koneksi);
$query=mysql_query(“Delete Pengunjung where id=’$id”
$koneksi);
echo “Data dengan id=$id telah di hapus”;
?>
</body>
</html>
<html>
<head>
<title>cari.php</title>
</head>
<body>
<center>
$koneksi=mysql_connect(“localhost”,”root”,”");
mysql_select_db(“masterti”,$koneksi);
$query=mysql_query(“select * from pengunjung where $kolom like’%$cari%’
“,$koneksi);
$jumlah=mysql_num_rows($query);
echo “<br>”;
echo “Ditemukan:$jumlah”;
while($baris=mysql_fetch_array($query))
{
echo “<br>”;
echo $baris[0];
echo “<br>;
echo “Nama:”;
echo $baris[1];
echo “<br>”;
echo “Email:”;
echo $baris[2];
echo “<br>”;
echo “Homepage:
“;
echo $baris[3];
}
</center>
</body>
</html>
<html>
<head>
<title>input.html</title>
</head>
<body>
<form method=”post” action=”input.php”>
<pre>
Nama :<input type=”text” name=”nama”>
Email :<input type=”text” name=”email”>
Situs :<input type=”text” name=situs”>
<input type=”submit” name=”Submit” value=”Kirim”><input type=”Reset”
name=”Reset” value=”Reset”>
</pre>
</form>
</body>
</html>
<html>
<head>
<title>cari.htm</title>
</head>
<body>
<center>
<form name methode=”post”
action=”cari.php”>
<select name=”kolom”>
<option value=”id”>id</option>
<option value=”nama”>nama</option>
<option value=”email”>email</option>
<option value=”situs”>situs</option>
</select>
Masukkan kata yang anda cari<input type=”text” type=”text” name=”cari”>
<input type=”Submit” value=”Cari”>
</form>
</center>
</body>
</html>
<html>
<head>
<title>counter.php</title>
</head>
<body>
<?
$log=”counter.txt”;
$open=fopen($log,’r+’);
$counter=fread($open,filesize($log));
fclose($open);
$counter++;
$write=fopen($log,’w');
fputs($write,$counter);
fclose($write);
echo “Anda pengunjung ke:
$counter”;
?>
</body>
</html>
<html>
<head>
<title>counter2.php</title>
</head>
<body>
<?
$koneksi=mysql_connect(“localhost”,”root”,”");
mysql_query(“update counter set counter=counter+1″,$koneksi);
$query=mysql_query(“Select counter from counter”,
$koneksi);
$row=mysql_fetch_array($query);
echo “Anda pengunjung ke:
echo $row[0];
?>
</body>
</html>
Bersambung men…!

Konsep Dasar MSI

 KONSEP DASAR SISTEM 

Definisi Sistem : Suatu kesatuan yang terdiri atau meliputi dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. 

Karakteristik Sistem (sifat-sifat sistem) :

1.       Komponen Sistem (component)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Suatu sistem dapat mempunyai suatu yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misal : suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar disebut supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya. Kalau sistem akuntansi dipandang sebagai suatu sistem, maka perusahaan adalah supra sistem dan industri adalah supra dari supra sistem.

 2.  Batas Sistem (boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3.     Lingkungan Luar Sistem (environments)

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

4.     Penghubung Sistem (interface)

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya.

5.    Masukkan Sistem (input)

Masukkan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukkan dapat berupa masukkan perawatan dan masukkan sinyal.

6.     Keluaran Sistem (output)

Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

7.     Pengolah Sistem (process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahannya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

8.    Sasaran Sistem (objectives)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. 

Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, a.l :

1.    Sistem abstrak (abstract system), sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara phisik. Misal : sistem teologi yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan.Sistem phisik (physical system), merupakan sistem yang ada secara phisik. Misal : sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi.

2.   Sistem alamiah (natural system), sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misal : sistem perputaran bumi.Sistem buatan manusia (human made system), sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin. Misal : sistem informasi akuntansi.

3.    Sistem tertentu (deterministic system), sistem dengan tingkah laku sudah dapat diprediksi. Misal : sistem komputer.Sistem tak tentu (probabilistic system), sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

4.     Sistem tertutup (closed system), merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Sistem terbuka (open system), sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.

Bersambung men….!