Instalasi Ubuntu 7.04 versi LAMP Server

Installasi Ubuntu 7.04 versi LAMP server dilakukan secara normal dengan memilih untuk menginstall LAMP server sedangkan DNS server dibiarkan tidak terinstall.Enable root account (Tidak direkomendasikan, dan saya tidak melakukan hal ini)

Login dengan menggunakan account yang dibuat pada awal installasi (misalkan dede), setiap penggunaan perintah sudo anda akan ditanyakan password, password yang harus dimasukan bukan password dari user root melainkan password dari account dede.

sudo passwd root

Mengganti setting network

sudo vi /etc/network/interfaces
sudo /etc/init.d/networking restart
sudo vi /etc/resolv.conf

Remote SSH server dari komputer client.

sudo apt-get install ssh openssh-server

Mengganti repositori server untuk menggunakan server local

Proses installasi desktop memerlukan download file yang cukup besar dari repositori server (sekitar 480 MB), untuk itu ada baiknya jika kita merubah repositori server untuk menggunakan server local dengan tujuan agar proses download lebih cepat, sebagai contoh saya menggunakan server komo (IIX).

wget http://arsip.ubuntu-id.org/berkas/sources.list.komo

Kemudian edit file sources.list.komo dan replace text dapper dengan feisty, setelah selesai simpan perubahan tersebut, dan lanjutkan dengan menjalankan command berikut;

sudo mv /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.list.original
sudo cp sources.list.komo /etc/apt/sources.list
sudo apt-get update

Install desktop

sudo apt-get install ubuntu-desktop

-atau-

sudo apt-get install kubuntu-desktop

Jika ingin menginstall KDE desktop environment

Install VNC server

sudo apt-get install vnc4server

Membuat VNC passwd (-H untuk membuat vnc password file di /root/.vnc/passwd)

sudo -H vncpasswd

Modify /etc/X11/xorg.conf, pada section “Module” tambahkan

Load "vnc"

dan tambahkan juga baris berikut pada section “Screen

Option "SecurityTypes" VncAuth"
Option “UserPasswdVerifier” “VncAuth”
Option “PasswordFile” “/root/.vnc/passwd”

Setelah hasil modifikasi pada file xorg.conf disimpan, jangan lupa untuk merestart GDM

sudo /etc/init.d/gdm restart

Install samba

sudo apt-get install samba smbfs

Tampilkan shared folder yang ada dikomputer lain.

sudo smbclient -L //192.168.0.208
sudo smbclient -L //192.168.0.208 -U dede%mypassword -W ntdomain

Mount shared folder yang ada di komputer lain agar dapat diakses dari ubuntu server.

sudo mkdir /mnt/software
sudo smbmount //192.168.0.208/software /mnt/software -o username=”dede/ntdomain%mypassword”

Untuk selanjutnya, agar pembahasan dapat disajikan lebih mendetail saya akan memisahkan penggunaan samba pada halaman lain.

Silahkan lanjutkan pembahasan mengenai aplikasi samba pada topik: “Configure samba server on Ubuntu Feisty Fawn

Men-share folder linux server agar dapat diakses oleh Windows/Client

Untuk menshare agar folder yang ada pada linux server dapat diakses dari Windows atau computer client, yaitu dengan mengaktifkan samba, caranya pun cukup mudah yaitu:

sudo cp /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.org
sudo vi /etc/samba/smb.conf

Edit file smb.conf jika digunakan hanya untuk sharing folder cukup dengan mengkonfigurasi file smb.conf nya menjadi (Bagian yang ditebalkan adalah bagian yang saya ubah):

[global]
workgroup = NTDOMAIN
server string = %h server (Samba, Ubuntu)
obey pam restrictions = Yes
security = user
encrypt passwords = true

passdb backend = tdbsam
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *password\supdated\ssuccessfully* .
syslog = 0
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
dns proxy = No
panic action = /usr/share/samba/panic-action %d
invalid users = root
[homes]
comment = Home Directories
valid users = %S
read only = No
create mask = 0600
directory mask = 0700
browseable = No

[printers]
comment = All Printers
path = /var/spool/samba
create mask = 0700
printable = Yes
browseable = No
[print$]
comment = Printer Drivers
path = /var/lib/samba/printers

Test apakah configuration file smb.conf yang kita edit tersebut sudah benar dan tidak terdapat kesalahan dalam penulisan.

sudo testparm

Keluaran yang ditampilkan jika tidak ada penulisan yang salah akan sama/serupa dengan yang diatas,lanjutkan dengan membuat user samba menggunakan smbpasswd dan jangan lupa untuk merestart samba server.

sudo smbpasswd -a dede
sudo /etc/init.d/samba restart

Note:
Pastikan anda telah membuat user linux (useradd …) dan user samba (smbpasswd -a …).

Contoh diatas adalah cara termudah, anda diharapkan untuk mencoba-coba setting yang tersedia, dan bisa dimulai dari default file smb.conf yang telah disediakan pada saat installasi samba. Untuk lebih detail dan mengetahui fungsi-fungsi akan lebih baik jika membaca manual booknya.

Menjadikan server linux sebagai PDC (Primary Domain Controler)

Untuk menjadikan linux server sebagai PDC, sebenarnya caranya tidak jauh berbeda dengan cara diatas, yang berbeda hanya konfigurasi file yang harus kita siapkan, berikut adalah contoh konfigurasi file untuk menjadikan ubuntu server menjadi sebuah PDC server.

sudo vi /etc/samba/smb.conf

Edit file smb.conf sehingga kurang lebih menjadi seperti berikut (anda harus menyesuaikan beberapa nilai dengan setting yang sesuai dengan yang berlaku pada server anda, untuk sekedar membantu saya gunakan huruf bold dan italic):

[global]
dns proxy = No
domain master = yes
domain logons = yes
domain admin group =
root administrator
encrypt passwords = Yes
hosts allow =
192.168.0. 127.
interfaces = 192.168.0.0/24
load printers = No
local master = yes
time server = yes
logon path =
logon home =

log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
netbios name = pegasus
os level = 64
preferred master = yes
security = user
server string =
Pegasus
socket options = TCP_NODELAY SO_RCVBUF=8192 SO_SNDBUF=8192
workgroup = DOMAINNT
add user script = /usr/sbin/useradd -n -d /dev/null -g machines -c Machine -s /sbin/nologin -M %m$
[netlogon]
path = /home/samba/netlogon
read only = yes
write list =
root administrator
[homes]
comment = Home Directories
valid users = %S
read only = No
create mask = 0664
directory mask = 0775
browseable = No

Simpan file tersebut dan jangan lupa untuk merestart samba service.

sudo /etc/init.d/samba restart

Tulis sebuah Komentar